Viral warga temukan rongsokan pesawat tempur buatan AS di Hutan Kalimantan, jelas polisi - informasi
Viral

Viral warga temukan rongsokan pesawat tempur buatan AS di Hutan Kalimantan, jelas polisi

TRIBUNJATENG.COM, KALIMANTAN – Viral foto dan video warga yang menemukan bangkai pesawat tempur buatan AS di hutan Kalimantan.

Menanggapi hal tersebut, Polda setempat mengeluarkan penjelasan dan konfirmasi atas kabar yang menghebohkan media sosial tersebut.

Beberapa foto dan video beredar di media sosial tentang penemuan bangkai pesawat tempur di tengah hutan di desa Bungkukan, Kelumpang Barat, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Baca Juga: Hasil Bali United Vs Borneo FC Liga 1 2022, Serdadu Tridatu Kalah Dari 10 Pemain Pesut Etam

Baca juga: Viral Komunitas Diminta Tak Keluar karena Fenomena Titik Balik Matahari 21 Desember, jelas BRIN

Baca Juga: 10 Idol Kpop Keluar Grup untuk Kejutkan Fans di Tahun 2022

Pesawat yang ditemukan itu dikatakan sebagai peninggalan Perang Dunia II dan disebut-sebut dibuat di Amerika.

Kapolsek Kelumpang Barat Iptu Hendri Ade mengatakan, bangkai pesawat sudah lama ditemukan, namun baru pertama kali foto dan videonya viral di media sosial.

“Ini sudah lama datang, pertama kali ditemukan tahun 1980-an. Namun, baru viral setelah warga masuk ke dalam hutan dan menemukan lokasi jatuhnya pesawat,” kata Hendrie Ade, Kamis usai dikonfirmasi. . (15/12/2022).

Tak hanya itu, kata Hendrie, kecuali pada tahun 1980-an, bangkai pesawat juga ditemukan pada tahun 1998 oleh warga setempat.

Saat itu, pemerintah daerah bersama TNI-Polri berencana mengevakuasi puing-puing dari lokasi jatuhnya pesawat.

“Namun karena medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu, rencana itu tidak jadi dilaksanakan,” jelasnya.

Terkait kondisi bangkai pesawat, Hendrie memastikan sudah tidak utuh lagi.

Hal itu karena pada masa itu orang mengambil besi untuk membuat pisau dan golok.

Namun, bodi dan mesinnya masih di hutan.

“Banyak yang keluarkan besinya. Tapi bentuk pesawatnya masih kelihatan, tapi mesinnya agak jauh dari badan. Sekitar 1 kilometer,” ujarnya.

Untuk kepastian tahun gugur, Hendri hanya mengandalkan informasi yang didapat dari masyarakat setempat.

“Orang di sini bilang 1948, tapi itu juga membingungkan. Tapi kalau ditaksir buatan Amerika,” jelasnya.

Source: news.google.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button