Kami akan keluar dari kabinet jika presiden meminta! - informasi
Politik

Kami akan keluar dari kabinet jika presiden meminta!

Jakarta

PDIP meminta NasDem memiliki etika politik mundur dari kabinet Presiden Jokowi terkait maraknya isu NasDem dan Jokowi memutus kongsi. Wakil Ketua (Waketum) NasDem Ahmad Ali menegaskan partainya masuk kabinet karena Jokowi sehingga menurutnya tidak ada partai lain yang berhak mengatur.

‚ÄúPartai NasDem masuk kabinet bukan karena PDIP tapi karena Pak Jokowi. Jadi kabinet itu terbentuk tahun 2019 atas kesepakatan bersama, jadi tentu saya tegaskan lagi, tidak ada partai yang berhak menentukan ada tidaknya parpol lain di dalamnya. .” atau di luar kabinet. Karena itu kewenangan presiden,” kata Ali saat dihubungi, Rabu (18/1/2023).

Ali mengatakan NasDem akan selalu berada di koalisi Jokowi untuk menjalankan pemerintahan hingga akhir periode 2024. Ini komitmennya sejak pembentukan koalisi.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

“Kedua, posisi NasDem di kabinet adalah memastikan program pemerintah berjalan dari 2019 hingga 2024. Ketiga, kami ingin memastikan keselamatan, kehormatan, dan martabat Pak Jokowi harus dijaga oleh partai-partai koalisinya. Ditegakkan.” Maka itu kepentingan NasDem untuk memastikannya,” ujarnya.

Ali heran keputusan NasDem yang mencalonkan Anies Baswedan sebagai capres dipertanyakan. Dia percaya bahwa NasDem sama sekali tidak berurusan dengan “kue” kekuasaan.

“Kita mencalonkan Anies sebagai capres hari ini. Jadi apa masalahnya? NasDem sudah merebut mahkota kekuasaan? Memang NasDem sudah bekerja dari dulu. Dan kita sudah berkoalisi ini sejak 2019,” ujarnya.

Mantan Ketua Fraksi NasDem DPR itu menegaskan, partainya hanya akan keluar dari koalisi pemerintahan Jokowi atas permintaan Jokowi sendiri. “Jadi kami akan keluar dari koalisi ini jika presiden meminta kami keluar,” lanjutnya.

Terkait maraknya isu NasDem dan putusnya kemitraan Jokowi terkait perombakan kabinet, Ali menilai semua parpol juga berpeluang. Menurutnya, tidak ada etika yang dilanggar oleh NasDem. Etika politik ini juga disinggungnya dengan membesarkan kader PDIP yang korup.

“Sama, sama (antara NasDem dan PDIP). Ya saya tidak mengerti apa yang dilanggar NasDem, etika apa yang dilanggar NasDem dalam mencalonkan Anies. Bukankah PDIP melanggar etika ketika kadernya korup, ditangkap Jangan Apa mereka tidak merasa bersalah? Benar. Jadi kita tidak perlu membicarakan banyak hal, biarkan presiden yang menilai kecocokan parpol,” ujarnya.

Simak juga video ‘debat panas politisi PDIP-NasDem soal dosa-dosa Anies di Pilgub DKI 2017’:

[Gambas:Video 20detik]

Baca selengkapnya di halaman berikutnya

Source: news.google.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button