Demonstrasi massal di Bawaslu menuntut sanksi bagi Anies yang mencuri awal kampanye - informasi
Politik

Demonstrasi massal di Bawaslu menuntut sanksi bagi Anies yang mencuri awal kampanye

Jakarta, CNNIndonesia

Kelompok yang menamakan diri Gerakan Tolak Curang Pemilu mendesak Pengawas Pemilu (Bawaslu) menghukum Anies Baswedan dan Partai Nasdem karena dianggap mencuri awal kampanye Pemilihan Presiden 2024.

Rombongan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu RI, Jakarta. Mereka mengenakan masker milik Anies dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

“Kami ingin Bawaslu dan KPU memberikan teguran kepada Anies Rasyid Baswedan dan partai pendukungnya,” kata orator Popal di depan kantor Bawaslu di Jakarta, Jumat (16/12).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Kelompok tersebut menilai Anies tidak etis menjalankan kampanye di luar jadwal. Mereka khawatir, manuver Anies akan diikuti calon presiden lainnya.

Mereka juga menganggap manuver Anies tidak adil bagi kandidat lain. Menurut mereka, calon lain mengikuti aturan kampanye yang berlaku.

“Kami sudah memberikan kartu merah kepada Pak Anies Rasyid Baswedan,” katanya.

Demonstrasi hanya berlangsung sekitar 15 menit. Tidak ada perwakilan Bawaslu yang menerima perwakilan dari pengunjuk rasa. Kerumunan bubar.

Sebelumnya, Anies, calon presiden dari partai NasDem, dilaporkan warga berinisial MT tentang kunjungannya ke Aceh karena diduga melanggar aturan Pilkada 2024.

Pada 2 Desember 2022, Anies menandatangani petisi dukungan kepresidenan di Masjid Baiturrahman, Kota Banda Aceh, menurut laporan MT.

Bawaslu menyatakan tidak menemukan pelanggaran dalam peristiwa tersebut. Namun, Bawaslu menilai kegiatan safari politik Anies tidak etis. Anies diyakini telah menjalankan kampanye rahasia dan tampaknya mencuri awal kampanye pemilihan presiden 2024.

(dhf/tsa)

[Gambas:Video CNN]

Source: news.google.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button