Area pengembangan terowongan sedang dikembangkan, rencananya dikonsultasikan dengan kementerian - informasi
Teknologi

Area pengembangan terowongan sedang dikembangkan, rencananya dikonsultasikan dengan kementerian

Rencana peletakan batu pertama pembangunan terowongan di kawasan Kabupaten Samarinda Ilir sudah di depan mata. Wali Kota Samarinda Andi Harun akan menghadiri agenda yang dijadwalkan Jumat (20/1).

SAMARINDA– Berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk penyiapan lahan sebagai lokasi kegiatan.

Koordinator Lapangan Bina Marga, Pekerjaan Umum, dan Tata Ruang (DPUPR) Samarinda Rezky Samudra Aprilyan menjelaskan, mendekati agenda, kontraktor saat ini sedang menyiapkan lahan. Dimana dari informasi tim Bidang Pertanahan DPUPR Samarinda telah menyiapkan semacam perjanjian pinjam pakai tanah, dalam kegiatan. “Sebagai bentuk komitmen, pemerintah akan menyelesaikan pembayaran tersebut,” ujarnya, Rabu (18/1).

Terkait alat berat yang digunakan, dia mengaku hanya ekskavator PC 75 yang digunakan untuk memudahkan penyiapan lahan, di lahan seluas sekitar 300 meter persegi atau dua kavling. Selama konstruksi, ekskavator PC 200 akan digunakan dengan berbagai alat modifikasi lainnya. “Selama konstruksi, kami tidak menggunakan bor dengan benar terowongan secara umum, tetapi menggunakan excavator dan alat pendukung berat lainnya,” katanya.

Dia menjelaskan, pelaksana juga sedang mengkaji rencana bantuan tersebut ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), khususnya Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). “Masih dibahas secara internal. Juga karena metode kerjanya merancang dan membangunatau mereka yang mendesain dan membangun,” jelasnya.

Segala upaya dilakukan agar kegiatan seremonial berjalan dengan lancar. Sebab, pembangunan terowongan itu sangat penting, karena merupakan awal walikota melakukan kajian hingga persiapan prapelaksanaan panjang yang dilakukan sejak 2021.

Kepeloporan juga sebagai bentuk komitmen untuk menyelesaikan permasalahan di sana, baik secara teknis terkait pembebasan lahan maupun penyelesaian pembangunan terowongan. Apalagi tujuan utama pembangunan infrastruktur adalah untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Otto Iskandardinata,” jelasnya.

Sebelumnya, tim DPUPR Samarinda telah melakukan sosialisasi dengan Pemerintah Kabupaten Samarinda Ilir dan Desa Sungai Dama sebagai persiapan kegiatan tersebut. pemecah tanah. Pertemuan berlangsung di halaman parkir kantor desa, Selasa (17/1). Sosialisasi juga sudah disampaikan terkait rencana ini kepada warga yang terbagi menjadi dua ruas, Jalan Sultan Alimudin dan Jalan Kakap. (dra)

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Source: news.google.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button